NAMA :Muji
KELAS :XI TKJ C
NO
ABS :21
TUGAS KEJURUAN
1. Perbedaan antara super user (root)
dan user biasa (ordinary user)
1.
Super user (root) user khusus yang memiliki hak
akses hampir tak terbatas yang digunakan untuk mengeksekusi /sbin.
2.
User biasa (ordinary user) user yang miliki hak
akses terbatas dan dapat digunakan untuk mengeksekusi /bin.
"/bin dan /sbin" adalah directory yang menyimpan
program-program penting yang digunakan untuk pemeliharaan sistem. File-file
program yang tersimpan di dalamnya adalah file binary yang dapat dieksekusi.
Program-program yang terdapat pada directory /sbin ini hanya dapat dieksekusi
oleh super user (root), sedangkan program-program yang terdapat pada
directory /bin dapat dieksekusi dengan
user biasa (ordinary user), akan tetapi ada juga perintah yang terdapat pada
directory /bin yang mengacu pada directory /sbin tidak dapat dieksekusi dengan
menggunakan user biasa dia tetap membutuhkan super user (root).
2.Konfigurasi IP di Linux
Cara memberikan IP static pada
suatu personal computer(PC) dengan sistim operasi Linux dapat dilakukan dengan
2 cara, yaitu yang pertama adalah cara permanent yaitu dengan mengubah langsung
pada file konfigurasi /etc/network/interfaces dan yang kedua adalah cara
un-permanent yaitu dengan langsung merubahnya melalui jendela terminal, berikut
adalah penjelasan langkah langkah proses konfigurasi untuk masing masing cara.
·
Cara 1(un-permanent)
Cek telebih dahulu IP yang saat
ini kita miliki, dengan mengetik perintah ifconfig pada jendela console,
perhatikan gambar di bawah ini :
Gambar 1.1
Gambar di atas menjelaskan cara pertama delam merubah /
memberikan IP pada suatu PC dengan sistim operasi Linux, pada kasus ini kita
akan melakukan perubahan IP, dimana IP Ethernet(eth0) kita sebelumnya adalah
10.10.6.222, akan dirubah menjadi IP 10.10.6.99, dengan keterangan bahwa IP
10.10.6.1, langkah pertama adalah mengecek IP yang sedang aktif sekarang dengan
menggunakan perintah ifconfig, dapat dilihat di atas pada keterangan :
inet addr:10.10.6.222 Bcast:10.10.6.255 Mask:255.255.255.0
Keterangan tersebut menjelaskan bahwa IP yang sedang aktif
saat ini adalah 10.10.6.222 dengan broadcast IP 10.10.6.255 dan netmask IP
255.255.255.0, kemudian untuk merubah IP tersebut dengan IP yang kita
inginkan(dalam hal ini IP yang dimaksud adalah 10.10.6.99) adalah dengan
mengetikan perintah berikut pada jendela console sudo ifconfig eth0 10.10.6.99
netmask 255.255.255.0, bila proses penggantian berhasil maka IP 10.10.6.99
dapat terkoneksi dengan IP Server yaitu 10.10.6.1, untuk mengecek
konektivitasnya kita dapat mengirimkan paket data dengan menggunakan perintah
ping 10.10.6.1, hasilnya adalah bila TIDAK terdapat keterangan network
unreachable, artinya koneksi kita ke IP Server berhasil, hal ini menyatakan
bahwa proses perubahan IP yang kita lakukan berhasil.
·
Cara 2(permanent)
Cara kedua adalah dengan merubah
atau memberikan IP secara permanent, hal ini dapat dilakukan dengan cara
melakukan perubahan langsung pada file konfigurasi network yaitu interfaces
yang berada pada alamat /etc/network/interfaces.
pada file interfaces tersebut
kita akan menambahkan informasi mengenai eth0(ethernet 0), pada kasus kali ini
kita akan merubah IP kita yaitu 10.10.6.222 menjadi IP 10.10.6.99 dengan
keterangan tambahan IP server adalah 10.10.6.1, sebelum melakukan perubahan
kita cek terlebih dahulu nilai IP saat ini dengan mengetikan perintah ifconfig
pada jendela console, perhaitkan gambar di bawah ini,
Gambar 2.2
Dari gambar di atas kita dapat mengetahui bahwa alamat IP
kita saat ini adalah 10.10.6.222 dengan subnetmask 255.255.255.0, kita akan
merubahnya secara permanent dengan cara merubahnya langsung pada file
interfaces yang terdapat pada /etc/network/, untuk itu ketikan perintah berikut
pada console, gedit /etc/network/interfaces, sehingga muncul jendela gedit,
pada file interfaces yang telah kita buka kita tambahkan statement,
v
auto eth0
v
iface
eth0 inet static
v
address
10.10.6.9
v
netmask 255.255.255.0
v
network 10.10.6.0
v
broadcast 10.10.4.255
v
#gateway 10.10.4.1
kemudian simpan file interfaces yang telah diubah tersebut.
agar perubahan yang telah kita lakukana dapat dilihat, maka kita terlebih
dahulu harus melakukan restart terhadap sistem network dengan mengetikan
perintah berikut pada console,
sudo /etc/init.d/networking restart
kemudian untuk membuktikan apakah perubahan yang kita
lakukan dapat terhubung ke jaringan yang memiliki net address sama, maka kita
harus melakukan ping terhadap salah satu komputer yang terkoneksi pada jaringna
tersebut, dalam kasus ini komputer yang kita ambil adalah komputer server
dengan IP 10.10.6.1, tes koneksi ke jaringn dilakukan dengan cara sebelumnya
yaitu ping 10.10.6.1, jika hasil ping tidak menunjukan pesan network
unreachable maka koneksi dinyatakan berhasil
3.PENGERTIAN SSH DI LINUX
SSH
adalah sebuah protokol yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Beberapa
aplikasi di bawah ini mungkin membutuhkan fitur-fitur yang hanya tersedia atau
yang kompatibel dengan klien atau server SSH yang spesifik. Sebagai contoh,
menggunakan protokol SSH untuk mengimplementasikan VPN adalah dimungkinkan,
tapi sekarang hanya dapat dengan implementasi server dan klien OpenSSH.
4.KEGUNAAN IFCONFIG
Ifconfig atau Interface Configurator adalah sebuah perintah pada linux yang
digunakan untuk mengkonfigurasi interface jaringan. Ifconfig banyak dipakai
untuk initialize antarmuka jaringan dan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan
antamuka
5.CARA MENAMBAHKAN IP DNS DI LINUX
DEBIAN
1. ketikkan apt-get install bind9
2. kemudian masuk ke direktori /etc/bind dengan cara mengetikkan cd /etc/bind
3. kemudian setelah masuk ke direktori bind, kopi file db.local dengan cara seperti di gambar.
domainku.com bisa di ganti sesuai nama domain yang anda inginkan
4. kemudian edit domainku.com dengan
cara :
nano /etc/bind/domainku.com
nano /etc/bind/domainku.com
5. kemudian setelah anda mengetikkan command ke-4 akan muncul
6. ganti settingan no 5 seperti di gambar ini
-ip address silakan anda ganti sesuai ip address anda
-anda dapat menambahkan sub domain sesuai keinginan anda.disini saya menambahkan sub domain (profil.domainku.com)
-setelah itu tekan ctrl + x , kemudian ketikkan y
7. kemudian setting named.conf.local ,dengan cara mengetikkan nano named.conf.local
ganti settingan seperi gambar di bawah
kemudian setelah selesai ketikkan ctrl+x kemudian tekan y
8. kemudian edit resolv.conf
dengan cara mengetikkan nano /etc/resolv.conf
9. setelah itu isikan ip address dns server yangg anda buat
misalnya 200.4.100.65
10. kemudian yang terakhir restart bind anda dengan mengetikkan /etc/init.d/bind9 restart
Untuk mengecek keberhasilannya ketikan nslookup
namadomain anda
6.Langkah langkah menginstal FTP
Server
1. Install
paket proftpd atau ftp vsftpd dengan perintah apt-get install proftpd
2. Kemudian
pilih Standalone
3. Buat user atau tambahkan user baru untuk FTP dengan perintah adduser namauser
4. kemudian, berikan hak akses untuk user tersebut supaya dapat mengakses ftp
5. Restart ftp dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart
6. Cek melalui server dengan perintah ftp ftp.mia.com kemudian ketikkan nama user tadi dan passwordnya. Untuk memeriksa apakah ftp tersebut benar-benar dapat digunakan, buat sebuah direktori atau file di dalam ftp tersebut. Caranya ketikkan mkdir tes_dir
7. Cek di
client menggunakan browser, kemudian ketikkan ftp.mia.com kemudian Login
Tidak ada komentar:
Posting Komentar